Monday, September 5, 2016

Sekolah Ava

Lagi waras,mau posting alasan kenapa kita sekolahkan Ava disini... (dimana? Ya disitu)

Kenapa kita pilih sekolah ini?

Tadinya gw sama Farid pengen banget Ava sekolah di SD negeri seperti gw dan Farid. Tapi menjelang Ava naik TK B kok banyak bener kejadian yang bikin kita harus berpikir ulang untuk menyekolahkan Ava di negeri.

Emang kenapa di negeri?

Sekolah negeri (sedihnya) belum punya anti bullying system. 
Ava tipe yang mudah di bully ketika TK dan sasaran empuk bully banget. Dan emaknya korban bully sejak smp dan sma, sementara bapaknya clueless bully itu apa (std bapak2 ye).
Selain itu Farid memutuskan kalau Ava tidak akan menjalani proses belajar mengajar konvensional, demi menekan tingkat stress Ava (dan ibunya yang pasti 2x lipat stressnya).

Jadi sekolah yang sekarang proses belajar mengajarnya bagaimana?

Sekolah Ava itu kurikulumnya nasional dan pengantarnya bahasa Indonesia, basisnya Active Learning, anak belajar sambil praktek langsung (untuk anak-anak tipe Ava yang agak lama loadingnya *eaaaa* cocok banget).  Gw cukup shock dengan metode belajarnya di awal. Tapi Farid yakin banget anaknya akan senang sekolah disini. Yawdah deh...

Tau sekolahnya darimana?

Banyak yang nulis tentang sekolah Ava,gw juga browsing sekolah sesuai kebutuhan Ava dan ortunya.

Proses masuknya bagaimana?

1 tahun sebelum pendaftaran dibuka gw dan Farid sudah bergerilya untuk mencari info, untungnya di dalam sudah ada anaknya mantan boss gw yang bersekolah disitu,jadi gw bisa tanya-tanya.

1.Sekitar bulan Oktober biasanya ada OPEN HOUSE, disini kita bisa daftar untuk ikut acaranya dan anaknya harus dibawa,tujuannya biar si anak juga tau dan ikut lihat calon sekolahnya.
Di Open House kita akan mendengarkan penjelasan kepala sekolah tentang sekolah ini, juga ada contoh2 project yang dikerjakan oleh para murid sejak kelas 1 sampai 6. Jadi ortu yang mau masuk ada bayangan kira-kira seperti apa proses belajar mengajar disini.
Biasanya dari OPEN HOUSE udah jatuh cinta. Model gw yang strict dan OCD agak cocok pastinya ahahhahahaha..sekolah ini punya banyak system dan peraturan memang, tapi gw salut banget, semudah metode menurunkan dan menjemput anak di sekolah saja ada sistemnya.
Dan untuk bullying mereka punya sistem yang menurut gw canggih. Dimana anak-anak yang diajarkan untuk mencari solusinya sendiri terlebih dahulu, guru hanya menjadi pendamping (sempat ada kasus cukup pelik dan hebatnya diselesaikan oleh murid-murid kelas 1 tanpa campur tangan guru atau ortu,tapi tetap dalam pengawasan).*nanti gw bahas lagi ttg ini.
Di Open House kita akan tau biaya sekolah dan biaya lain-lain, yang menurut gw cocok untuk kantong kami.

2.Pendaftaran Via Online.  Setelah open house akan diinfokan kapan bisa melakukan registrasi online untuk mendaftar menjadi siswa sekolah.
Iniiiiii dia nih, segala HOKI harus dipertaruhkan disini, gw sampe siapkan 2 hape, 1 laptop, 1 pc hanya demi daftar online. Hahahhahahaha segitunya? Karena Farid bilang kalo Ava ngga masuk di daftarnya, anaknya disuruh nunggu 1 tahun lagi sampe keterima (bucet)...
Setelah Daftar online yang hebohnya bukan main,kita akan dikirimkan email untuk melakukan pembayaran uang muka. Setelah itu akan ada jadwal untuk anaknya TRIAL. (Uang akan dikembalikan jika anaknya tidak lulus TRIAL atau ortu tidak lulus INTERVIEW)

3.TRIAL . Semua calon murid harus melalui tahapan trial disekolah ini, karena sekolah ini tidak seperti sekolah lain makanya calon murid harus dilihat apakah mereka bisa "masuk" dengan metode yang diajarkan disekolah. Sekolah sejak awal sudah info,tidak terima murid yang usianya tidak sesuai cut off mereka (seinget gw sekarang harus sudah 6 tahun dibulan JULI tahun ajaran mulai). Dan juga sekolah tidak menerima murid special needs (lebih karena kekurangan SDM yang bisa menangani para murid special needs *lebih baik jujur diawal ketimbang berbohong kan?)
Trial yang dilakukan sekolah menurut Ava dulu sangat menyenangkan, anak trial akan didampingi oleh 1 kakak pendamping (yang duduk di kelas 1..lucu ya piyik gt jadi kakak pendamping kaya chaperone buat si adik trial.) Trial pertama berkegiatan di kelas, dan kemudian anak trial akan dibawa ke perpus untuk diajak "bermain". Bermainnya ini sebenarnya pengenalan metode belajar berhitung disekolah, akan ada guru yang mengawasi juga psikolog sekolah yang ikut dalam trial ini.
Hasil Trial akan dibahas oleh Kepala sekolah pada saat ortu INTERVIEW (jadi semacam pembahasan psikotes gt..seru abis!)

4.INTERVIEW ortu biasanya akan dilakukan 1-2minggu setelah anak trial,dan disesuaikan dengan jadwal kedua ortu. Kenapa kedua ortu? Sekolah sudah wanti-wanti sejak awal, bahwa disekolah ini ortu dan sekolah bersinergi dan membentuk komunitas, jadi semua kegiatan termasuk belajar mengajar sangat membutuhkan campur tangan ortu.
Pas dulu kita interview, tegangnya persis kaya interview masuk kerja! Urusannya masa depan bocah hahahahahhaha...kepala sekolahnya baik bukan main,seru banget dan pertama yang dibahas adalah
KENAPA BAPAK IBU MAU MEMASUKAN ANAKNYA KE SEKOLAH INI?
jawaban kita? Karena kita mau Ava merasakan sekolah yang menyenangkan,berkegiatan sesuai umur dan tentunya less stress (ga boleh contek jawaban gw yak hahahahhaha bu Kepsek tau kok gw nulis ini hehehehe..jawab aja sesuai alasan kita masukin kesini..beberapa jawab karena dekat rumah,harganya masuk akal,anak tetangga yang sekolah disini keliatan sopan etc).
Lalu pertanyaan-pertanyaan lebih kaya sesi curhat semi ngobrol, ditanya juga kira-kira ortu bisa berpartisipasi seperti apa disekolah? Dan ini harus emak babenya jawab, ga boleh emaknya mulu atau babehnya mulu...bahkan ada pertanyaan jebakan khusus bapak-bapak cuek hehehehhe ...karena kepala sekolah ngga mau anak disekolahkan disini tetapi ortunya cuek atau misalnya bapaknya ga peduli, karena menurut sekolah, anak itu butuh kedua orangtuanya (kecuali salah satunya sudah meninggal dunia ya...kalau bubar cerai pun akan tetap ditanya keduanya loh), karena anak yang bermasalah biasanya dimulai dari rumah dan ortunya, bagaimana si anak mau dididik dengan baik jika (pake perumpamaan ya) disekolah sudah dirajut dengan baik,sampai dirumah rajutannya diurai sama emak bapaknya sendiri.
Sesi terakhir interview adalah membaca hasil trial bocah. Disebutkan apa saja kelebihan Ava dan Kekurangannya,juga ada catatan kecil seperti
"mam, Ava ini sepertinya agak OCD ya, berkali-kali menutup pintu kelas yang terbuka,merapihkan bajunya,menggeser kursi yang miring"(nahluh)..tapi catatan kecil ini malah ada solusi dari bu Kepala sekolah dan bukan hal buruk atau menjadi poin yang membuat anaknya ditolak masuk.
Juga ada masukan seperti "cara Ava memegang pensil masih kurang baik,mungkin bisa berlatih dengan pensil besar yang ada titik2nya khusus belajar menulis merk L*ra"
Kelar interview ,persis rasanya kaya abis konsul psikologi hehehhehhe seru abisssss..dan again ini tahap jatuh cinta ke 2kalinya dengan sekolah.
Apa ada yang tidak diterima karena interview? Ada.
Misalnya salah satu ortu responnya saat interview tidak memperlihatkan antusiasme anaknya mau disekolahkan disini atau respon ortu tidak sesuai dengan tujuan sekolah membangun komunitas.
Kalau salah satu ortu tidak bisa hadir dengan alasan harus bekerja di luar kota dan sama sekali tidak bisa pulang? Kemarin ada lohhhh teman kita yang sampai suaminya Skype demi bisa ikut "hadir" di interview ortu. Jadi tidak ada alasan untuk tidak hadir karena pekerjaan, sekolah akan memfasilitasi interview sampai kedua ortu siap dan bisa "hadir". (Noted : untuk yang pasangannya sudah tidak ada, atau berpisah akan ada solusinya juga kok)

Setelah interview tinggal tunggu email dari sekolah yang menyatakan anak kita diterima (atau tidak) karena sekolah tidak akan menggantungkan ortu. Selalu ada jawaban kok :)

Setelah sekolah disana, gimana gimanaaa?

Setelah sudah 1 tahun, gw masih terkagum-kagum sama sekolah ini, anak gw itu semangat banget ke sekolah, setiap hari ada cerita kegiatan seru. PRnya? Lebih seru lagi, orangtua bener-bener harus ikut terlibat (bahkan dirumah akung uti pun ikut terlibat), kemarin sempat ada PR yang harus menanyakan umur dan asal daerah orang yang tinggal serumah termasuk the mbaks dibelakang. Dan ajaibnya, anak gw bisa loh interview orang dengan santai, ngga pakai malu-malu dan lancar heheheeh...lebih seru lagi ketika baru masuk 2 bulan anak-anak sudah harus belajar presentasi. Di sekolah ini semua anak berani maju ke depan dan tidak ada istilah demam panggung karena maju ke depan kelas merupakan hal biasa dan menyenangkan :))
Oiya setiap 3 bulan juga ada hari kunjungan, dimana para ortu wajib datang ke sekolah dan di dalam kelas nanti anaknya akan menjelaskan apa saja yang sudah dipelajari selama 3 bulan ini, anak akan memperlihatkan Lembar Kerja yang sudah dikerjakan disekolah. Seruuuuuuu banget beneran deh, gw sama Farid merasa sebagai ortu kita bukan hanya jadi orang yang "bayar" spp doang, tapi semua kegiatan sekolah dilibatkan.
Termasuk jika ada fieldtrip atau hari berenang, dibutuhkan yang namanya "relawan", baik itu untuk transport atau membantu mengawasi anak-anak. Biasanya dibuatkan list relawan dan baiknya setiap ortu ikut serta paling tidak 1x dalam kegiatan itu.

Bahkan kita ortu juga dapat rapot loh jangan salaaaaah.... nanti gw edit buat masukin foto rapot gw ya hahahhahahaha....

Sekolah ini muatan budi pekertinya banyaaaak banget, anak-anak disekolah sopan dan 3 kata ajaib sering terdengar "tolong,maaf dan terima kasih". Anak gw pun sekarang keliatan banget bedanya, untuk urusan PR dan tugas sekolah ngga pernah lupa ngerjain dan semangat banget.

Oiya murid disini "rapot"nya bukan angka yaaaa..rapotnya kualitatif jadi deskripsi bangeeeet, itu yang gw sama Farid incer,  kita ngga butuh ranking dan angka, kita butuh tau apakah Ava mengerti dan bisa jalanin proses belajar mengajar di sekolah dengan baik.

So far gw merasa bersyukur dan bahagia banget Ava sekolah disini, walaupun sekolahnya jauhhhh dari rumah, tetapi anak gw bahagia dan gw sama Farid juga puas banget.

Untuk fasilitas ya memang begitu saja, tetapi dulu fokus gw sama Farid adalah kegiatan belajar mengajar...

Mudah-mudahan setelah baca tulisan ini teman-teman punya opsi lain,alasan baru untuk mencari sekolah yang terbaik untuk anaknya

Amieeeen

No comments: